Ronn
7 July 2008


Febe adalah pemain muda asal Klub Djarum. Dia sempat menjadi buah bibir di forum Badminton Central. Sempat memberikan perlawanan ketat, bahkan unggul 20-18 di set ketiga, Febe akhirnya harus mengakui keunggulan Pi Hongyan. Hampir saja Febe menambah mimpi buruk Pi akan pemain Indonesia. Saya percaya Maria Febe adalah salah satu tunggal putri masa depan Indonesia...
Pasangan ini memberikan kejuta besar di Indonesia Open 2008. Mereka menundukkan unggulan kedua Kumiko Ogura/Reiko Shiota asal Jepang di babak kedua, lalu mengalahkan unggulan kedelapan Ha Jung Eun/Kim Min Jung asal Korea Selatan sebelum akhirnya terhenti di babak semifinal oleh ganda Jepang Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna. Hasil yang fantastis mengingat mereka hanya menempati posisi ke-27 dunia. Pasangan ini dideskripsikan di Badminton Central sebagai pasangan yang penuh dengan energy. Modal awal untuk meraih kesuksesan.Beberapa hari yang lalu terjadi kerusuhan di Monas, Jakarta. Massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama and Berkeyakinan (AKK-BB) yang sedang mengadakan aksi mereka diserbu oleh massa FPI. Puluhan korban jatuh, mulai dari luka lecet, dagu yang sobek, sampai geger otak. Terlepas dari isu yang dipermasalahkan oleh FPI, saya sungguh tidak melihat hak apa yang memperbolehkan mereka melakukan tindakan anarkis tersebut. Salah seorang FPI bahkan menyatakan mereka tidak perlu meminta izin dari polisi untuk membubarkan massa AKK-BB.
Hal ini membawa ingatan saya ke bulan Ramadhan. Bulan suci bagi kaum Muslim ini dirusak ke-khusyukan-nya oleh massa FPI yang melakukan sweeping ke tempat-tempat hiburan. Atas nama agama mereka melakukan perusakkan properti, rakyat sipil pun banyak yang menjadi korban. Pertanyaan sama yang akan saya tanyakan ialah apa hak mereka?
Apakah mereka tidak mengetahui Indonesia adalah negara hokum yang berasaskan Pancasila? Apakah mereka tidak mengetahui bahwa fungsi keamanan sipil adalah tanggung jawab dari POLRI? Apakah FPI tidak mengetahui bagaimana cara manusia yang ber-adab menyelesaikan konflik dan masalah: dengan kayu dan batu, ataukan dengan dialog yang membangun? Pertanyaan berikut apakah hal-hal tersebut patut dilakukan oleh orang yang mengaku dirinya beragama?
Menurut saya pribadi, apa yang dilakukan FPI sudah mempermalukan Indonesia dan Islam. Citra Indonesia sebagai negara demokrasi yang terbesar di dunia menjadi tercoreng. Hal ini tentu saja memperburuk stabilitas keamanan dan ekonomi. Di satu pihak kita ingin menciptakan iklim yang kondusif untuk pembangunan, di lain pihak hal-hal yang dilakukan oleh FPI mengirimkan sinyal mengenai lemahnya rule of law di Indonesia. Di sisi yang lain, citra Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia juga tercoreng. Apakah ini Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW? Saya terus terang lebih menghormati Islam dari Muhammadiyah dan ICMI yang menekankan pendekatan scholar daripada yang katanya Pembela Islam tapi geradak-geruduk mengacaukan keamanan?
Apa Solusinya? Saya pikir hanya satu solusi. POLRI harus menindak tegas massa FPI, tangkap semua yang terlibat dalam kerusuhan Monas. Para “jagoan” jalanan itu harus diberi pelajaran yang setimpal dengan perbuatannya. Saya setuju dengan Sdri Eva Sundari dari komisi III DPR yang menyatakan FPI harus dibubarkan. Lepaskan isu agama, saya pikir`teman-teman Muslim akan juga bertanya, apa hak mereka membawa nama Islam?
Ronn
June 2nd 2008






Markis Kido / Hendra Setiawan